KIPPAS : Pemilih Pemula Harus Cerdas dalam Memilih

Komisioner KPU Deli Serdang Timo Dahlia memberikan pencerahan kepada pemilih pemula tentang tata cara mencoblos di Hall Amaliun Foodcourt, Jumat (4/7).

Komisioner KPU Deli Serdang Timo Dahlia memberikan pencerahan kepada pemilih pemula tentang tata cara mencoblos di Hall Amaliun Foodcourt, Jumat (4/7).

Pemilih pemula terdiri dari pelajar dan mahasiswa yang akan menggunakann hak pilihnya pada pemilihan umum presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 nanti diperkirakan jumlahnya bisa mencapai 60 persen dari total jumlah pemilih di Indonesia. Pemilu 2004, jumlah pemilih pemula di Indonesia mencapai 27 juta dari 147 juta pemilih.Pemilu 2009 mencapai 36 juta pemilih pemula dari 171 juta pemilih.

Menyikapi besarnya jumlah pemilih pemula pada Pilpres 2014, Kajian Informasi, Pendidikan dan Penerbitan Sumatera (KIPPAS) bekerjasama dengan ACTED menggelar acara Forum Diskusi Pelajar dan Mahasiswa dengan topik “Menjadi Pemilih yang Cerdas” di Hall Amaliun Foodcourt, Jalan Amaliun Medan, Jumat (4/7).

Diskusi dihadiri 130 orang peserta dan menghadirkan pemateri Komisioner KPU Deli Serdang Timo Dahlia Daulay membawakan materi “Bagaimana Menjadi Pemilih Cerdas ?” dan Aktivis Perempuan Pujiningtyas membawakan materi “Suara Kita Menentukan Nasib Bangsa”, dipandu moderator Bambang F Wibowo dari ACTED.

Dalam materinya, Timo Dahlia menyampaikan beberapa hal terkait dengan aturan-aturan dalam Pilpres 2014 serta tata cara menyalurkan hak suara pemilih pemula. Pada kesempatan itu Timo Dahlia juga menyampaikan bagaimana cara mencoblos dan mengurus formulir A5 bagi pemilih pemula yang pindah memilih.

“Untuk pengurusan A5 di KPU Kabupaten/Kota tujuan sudah tidak bisa lagi karena sudah lewat dari 10 hari sebelum pencoblosan. Akan tetapi masih bisa diurus di daerah asal atau pulang ke daerah asal untuk memilih. Kalau untuk pemilih pemula yang tidak terdaftar di DPT atau DPK tapi sudah memiliki usia 17 tahun dan berhak memilih, bisa membawa KTP atau Kartu Keluarga untuk memilih di TPS yang dekat dengan alamat rumah,” jelasnya.

Sementara Pujiningtyas menekankan agar pemilih pemula tidak golput pada Pilpres 9 Juli 2014 nanti. Mengajak pemilih pemula menjadi pemilih cerdas  yang menetapkan pilihan secara rasional, obyektif dan memilih berdasarkan penilaian diri sendiri.

“Bukan karena dorongan uang, keluarga, saudara, suku, agama atau pertimbangan lainnya,” kata Pujiningtyas.

Acara diskusi semakin hidup ketika pelajar dan mahasiswa yang jadi peserta mengajukan beberapa pertanyaan terkait dengan penyelenggaraan Pilpres 2014. (Jam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*