FGD JPPR : Sosialisasi tentang Pemilu dan Pilpres Masih Sangat Minim

Focus Group Discussion (FGD) JPPR dengan KPU, Perludem dan organisasi masyarakat lainnya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2014 di Aula KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (28/10)

Focus Group Discussion (FGD) JPPR dengan KPU, Perludem dan organisasi masyarakat lainnya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2014 di Aula KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (28/10)

Evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2014 dibahas dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) bersama KPU Sumut, Perludem, jurnalis dan organisasi masyarakat lainnya di Aula KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (28/10).

Manajer Koordinator Program JPPR Sunanto menyampaikan bahwa evaluasi pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2014 digelar di 6 daerah Provinsi yang jadi pusat dampingan JPPR dengan Perludem. Keenam daerah tersebut adalah daerah-daerah yang rawan konflik.
“Bentuk sosialisasi dan pendidikan pemilih yang kita lakukan dilaksanakan lewat acara-acara di gereja, masjid dan posko Pemilu yang dijadikan tempat curahan orang bertanya tentang Pemilu,” papar Sunanto.

Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga menyampaikan bahwa sosialisasi yang dilakukan KPU Sumut masih bersifat konvensional lewat iklan di radio, televisi, papan reklame dan media cetak. KPU Sumut juga mengajak wartawan untulk melihat langsung penyelenggara dan kondisi di beberapa daerah lewat acara press tour.

“Dari jumlah DPT Pemilu 9.736.732 tingkat partisipasi pemilih mencapai 70 persen (6.864.446) sementara DPT Pilpres Sumut 9.902.948 tingkat partisipasinya mencapai 63 persen (6.356.025). Ke depan, tingkat partisipasi pemilih ini masih perlu ditingkatkan,” kata Benget.

Salah satu upayanya, lanjut Benget adalah memaksimalkan sosialisasi ke semua kalangan mulai dari pemilihj pemula, pemilih pemula dan penyandamg cacat (disabilitas). Anggaran untuk sosialisasi ini juga perlu mendapat perhatian agar bisa lebih maksimal.

Model sosialisasi yang selama ini dijalankan saecara konvensional perlu mendapat sentuhan dan dibuat sedemikian rupa yang berbau kedaerahan. Misalnya, lewat opera batak atau acara-acara kedaerahan.

Acara yang dipandu Program Officer JPPR Sumut Zefrizal didampingi May Angkat berlangsung alot.

Dari hasil diskusi diambil kesimpulan bahwa sosialisasi tentang Pemilu dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih harus dilakukan secara berkesinambungan tidak hanya pada saat jelang pemilu atau Pilpres. Sosialisasi juga perlu dilakukan pada saat sela ke kampus, sekolah, organisasi penyandang cacat dan kaum marginal di tengah kota dan pinggiran kota. Jam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*